Pikiranqu kacau, kerjaan qo jd berantakan?, susah ya konsentrasi!, dll tadinya aq pikir dengan tidur mungkin bisa memulihkan segalanya, setidaknya tenagaqu sedikit bertambah.
Tapi capek dibadan itu beda dengan capek pikiran. Aq sudah sangat lelah… tapi tetap aza slalu dipaksakan.
Apa itu cuma aq aza yang membuat semua ini menjadi rumit? selalu memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya menjadi beban, selalu menganggap semua hal adalah masalah dan menyalahkan diri sendiri. (Coz sepertinya memang semua salahqu qo?!)
Aq selalu bilang pada diriqu dan semua orang, “Aq Harus Bangkit!, tetap SEMANGAT!”. Tapi qo rasanya susah aq laksanakan ya? Bukankah hanya seorang pengecut aza yang selalu ingin menyerah? aq tidak mau menjadi pengecut yang slalu menghindar dari masalah.
Ada yang bilang - pasrah - bukan menyerah bukan kalah - pasrah adalah menerima yang terburuk ketika berharap yang terbaik -
Apa aq jg harus pasrah? tp ini aq rasa bukan saatnya untuk pasrah.Selama manusia hidup pasti selalu dihadapkan dengan masalah. Bila aq ingin tidak ada masalah sama aza dengan aq ingin mati. So, bila ingin masih hidup didunia ini aq harus menghadapinya.
bukankah dengan begitu aq jd semakin dewasa?